Arteta Mengeluarkan Pemain Matteo Guendouzi Yang Memang Bengal Susah Diatur

Arteta 

Arteta  – Mikel Arteta sepertinya sudah mengambil keputusan tepat dengan melepas Matteo Guedouzi pada bursa transfer musim panas lalu. Gelandang Prancis ini ternyata punya masalah perangai buruk.

Arteta Mengeluarkan Pemain Matteo Guendouzi Yang Memang Bengal Susah Diatur

Mattéo Guendouzi Olié adalah seorang pemain sepak bola berkewarganegaraan Prancis yang bermain untuk klub Arsenal pada posisi Gelandang. Guendouzi mengawali karier juniornya di FC Lorient sebelum melaksanakan pertandingan pertamanya di tim senior pada tahun 2016, sebelum bergabung dengan Arsenal pada tahun 2018. Baru 21 tahun, Guendouzi sebenarnya langsung jadi idola baru fans Arsenal sejak didatangkan dari Lorient pada 2018 lalu. Dia tampil keras di lapangan, berani dalam duel-duel, pun ditakuti lawan. Di luar dugaan, Guendouzi bermain lebih sering di bawah Unai Emery. Dia mencapai 48 penampilan di semua kompetisi pada musim pertamanya di Emirates Stadium. Sayangnya, Guendouzi bermasalah dengan Arteta, dan sepertinya Arteta sudah mengatasinya dengan baik.

Guendouzi sebenarnya sempat dipercaya Arteta, tapi dia tidak lagi bermain sejak kekalahan 1-2 Arsenal dari Brighton pada Juni musim 2019/20 lalu. Di laga itu perangai asli Guendouzi terkuak. Dia ternyata tidak bisa mengontrol emosi dan terlibat perseteruan berlebihan dengan striker Brighton, Neal Maupay. Sepertinya masalah ini membuat Arteta hilang kepercayaan. Terlebih karena Guendouzi kedapatan mencekik Maupay, meski beruntung lolos dari hukuman panjang. Arteta pun menunjukkan ketegasannya. Guendouzi tidak lagi diberi kesempatan bermain, dan musim panas lalu dia dipinjamkan ke Hertha Berlin.

Keputusan Terbukti Tepat, Guendouzi Memang Bengal Susah Diatur

Ketika keputusan melepas Guendouzi itu dibuat, Arteta langsung diserang kritik fans Arsenal. Dia dianggap menyia-nyiakan bakat muda gelandang bertahan yang sudah lama dirindukan The Gunners. Kendati demikian, perlahan-lahan keputusan itu terbukti tepat. Kini ada mantan pelatih Guendouzi di Lorient, Mickael Landreau, yang mengakui bahwa Guendouzi sangat mengganggu sebagai pemain.

“Dia [Guendouzi] sungguh mengganggu saya, sangat rumit melatih dia. Terkadang dia menunjukkan sikap yang sangat-sangat sulit diterima dalam tim,” ujar Landreau.

“Namun, entah bagaimana begitulah dia. Dia tidak membiarkan masalah pergi begitu saja, dia adalah petarung.”

“Dia punya ego luar biasa besar, tapi sepertinya dia memang membutuhkan itu,” tutupnya.

Leave a Reply