Comeback Dramatis Warnai Malam Bersejarah Juventus

Comeback

Comeback – Juventus berhasil melangkah ke perempat final Liga Champions setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor telak 3-0 pada leg kedua 16 besar di Turin, Rabu (13/3) dini hari WIB. Setelah takluk 0-2 di leg pertama lalu, Juve menjebol gawang Atletico tiga kali di hadapan pendukung mereka sendiri, ketiga gol tersebut diborong oleh Cristiano Ronaldo.

Keputusan Juve membeli Ronaldo dengan harga masif tampaknya berbuah manis. Ronaldo memang merupakan pemain yang paling mengenal Liga Champions. Dia merajai Liga Champions bersama Real Madrid, dan kini melakukannya lagi bersama Juventus.

Mencetak tiga gol ke gawang Atletico bukanlah tugas mudah. Atletico dikenal sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Eropa musim ini, tapi Ronaldo mampu melakukan tugasnya dengan baik.

Membalikkan keadaan tertinggal di leg pertama Liga Champions bukanlah tugas mudah, dan Juve sekali lagi mencatat sejarah. Menukil laman resmi UEFA, Juve berhasil membalikkan kekalahan di leg pertama untuk pertama kalinya sejak 2006.

Mereka membuat comeback dramatis di hadapan pendukungnya sendiri yang dipimpin oleh hattrick Ronaldo. Jika musim lalu Ronaldo membantu Madrid mencetak tiga gol di Turin, kali ini dia membantu Juve mencetak tiga gol dan lolos ke putaran berikutnya.

Atletico yang dikenal sebagai tim defensif ternyata kesulitan mengatasi permainan cepat Juventus. Dua gol sundulan Ronaldo membuktikan kejeliannya sebagai striker, dan gol penalti membuktikan ketenangannya.

Bagaimanapun, terlepas dari faktor Ronaldo, kemenangan ini akan dihitung sebagai kemenangan paling hebat dalam sejarah Juve, tepatnya comeback paling bombastis.

Bukan hanya karena Juve menang tiga gol tanpa balas Ronaldo, tapi juga karena lawan yang mereka hadapi. Mencetak tiga gol ke gawang Atletico merupakan misi yang sangat sulit. Sebelum laga ini, Atleti mencatatkan empat clean sheets beruntun di Liga Champions.

Tak hanya itu, Atleti sebenarnya belum pernah kalah dalam tujuh laga melawan tim Italia dalam era Diego Simeone. Dari tujuh pertandingan tersebut, mereka hanya satu kali kebobolan lewat gol Kaka saat melawan AC Milan pada Maret 2014 silam.

Leave a Reply