Gede Widiade Sebut Sriwijaya FC Setara dengan Persija dan Persib

Gede Widiade – Pengusaha properti asal Surabaya, mengakui menjalin komunikasi dengan petinggi Sriwijaya FC untuk membuka kemungkinan mengelola tim asal Palembang itu. Tapi, untuk saat ini, status Gede hanya advisor atau sebagai penasihat.

Gede juga membenarkan telah melakukan pertemuan dengan Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Asfan Fikri Sanaf, beserta Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, beberapa waktu lalu. Audiensi tersebut masih belum membuahkan hasil positif.

“Jadi begini. Pertama, grup saya (Spring Hill) punya usaha di Palembang besar sekali. Spring Hill punya usaha di Palembang. Lalu pihak dari gubernur (Sumatera Selatan) mengundang saya untuk memberikan saran, ya memang ada pembicaraan begitu,” ujar Gede Widiade

“Tapi bagi saya masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Karena, yang paling penting bagi orang Palembang kan mengidentifikasi masalah. Karena waktunya sempit. Jangan berkutat dengan masalah, tapi mengidentifikasi masalah, mencari solusi, bikin action plan. Karena jika sampai tak tertangani dengan bagus kan, bisa gawat,” katanya menambahkan.

Baca halaman berikutnya ya Sport855

Sriwijaya FC adalah salah satu tim raksasa di Indonesia yang sedang tertidur. Dua trofi Liga Indonesia dan tiga Copa Indonesia menjadi bukti nyatanya.

Sayang, Sriwijaya FC harus berkompetisi di Liga 2 musim depan. Itu setelah Laskar Wong Kito tersandung krisis finansial yang membuat sejumlah pilarnya pergi di pertengahan musim lalu. Alhasil, Sriwijaya FC terpuruk dan mengakhiri musim di peringkat ke-17.

“Sedangkan nama besar Sriwijaya FC sangat menjual. Namanya kan setara dengan Persija, Arema FC, Persib Bandung, Persebaya Surabaya. Nah, kemarin saran saya adalah identifikasi masalah, bikin action plan, segera persiapkan tim. Selesaikan masalah di Palembang,” tutur Gede Widiade.

“Apabila selesai di Palembang, ya selesai. Tapi, apabila tidak selesai di Palembang, ya akan mengajak rekan untuk membantu yang mempunyai kapasitas di bidang sepak bola dan finansial,” imbuhnya.

“Jadi begini. Pertama, grup saya (Spring Hill) punya usaha di Palembang, besar sekali. Lalu pihak dari gubernur (Sumatra Selatan) mengundang saya untuk memberikan saran, ya memang ada pembicaraan begitu,” ujar Gede ketika dihubungi Bola.com, Kamis (14/3/2019).

Gede tidak ingin gegabah menyebut dirinya akan segera mengelola Sriwijaya FC. Kata pria asal Surabaya ini, tahapannya masih panjang dan membutuhkan proses.

Ketika mengarungi kompetisi Liga 1 musim lalu, Sriwijaya FC diterjang krisis finansial yang amat parah. Laskar Wong Kito lalu ditinggalkan gerbong pemainnya di pertengahan musim.

Sriwijaya FC pun masih menunggak gaji sejumlah eks personelnya. Kondisi ini tentu diharapkan tidak terulang kembali di musim depan.

“Tapi, bagi saya masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Yang paling penting bagi orang Palembang kan mengidentifikasi masalah karena waktunya sempit. Jangan berkutat dengan masalah, tapi mengidentifikasi masalah, mencari solusi, bikin action plan. Jika sampai tak tertangani dengan bagus, bisa gawat,” imbuh Gede.

Leave a Reply