Guardiola ingin Gundogan Bertahan di Manchester City

Guardiola

Guardiola Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengakui bahwa ia berharap Ilkay Gundogan akan bertahan di Etihad, usai pemain internasional Jerman itu tidak 100 persen berkomitmen untuk menandatangani kontrak baru dengan raksasa Liga Premier Inggris.

Gundogan, yang tiba dari Borussia Dortmund pada 2016, merupakan pemain pertama yang dikontrak Guardiola di klub dan salah satu pemain kunci di lini tengah The Citizens. Akan tetapi, Gundogan sebelumnya telah mengungkapkan bahwa ia kemungkinan tidak akan menandatangani kontrak baru dengan City, sementara kesepakatannya akan berakhir pada Juli 2020.

Berkenaan dengan itu, Guardiola sangat berharap bahwa pemain berusia 28 tahun tersebut mau untuk memperpanjang kontraknya bersama Manchester City.

“Pada musim pertama dia tidak bisa bermain karena cedera yang berat yang memakan waktu kurang lebih enam atau tujuh bulan. Tetapi ketika dia memainkan banyak pertandingan dia adalah pemain yang sangat penting,” kata bos City menjelang bentrokan melawan Bournemouth, pada Sabtu (2/3).

“Dia tahu apa yang kita inginkan, dia tahu apa yang kita pikirkan tentang dia, tetapi itu sama dengan kasus-kasus lain seperti yang kita katakan di masa lalu, pada akhirnya keputusan terakhir tidak ada di tangan kita.

“Kami mencoba untuk berbicara dengannya, kami ingin dia memperpanjang kontrak sekarang. Kemarin akan lebih baik daripada hari ini, dan hari ini lebih baik daripada besok. Tetapi jika dia tidak mau, kita tidak dapat melakukan hal lain.

“Jika dia 100 persen maka kesepakatan akan dilakukan. Kami masih dalam negosiasi,”

Sebagai perbandingan, pada musim yang sama Manchester United juga menggelontorkan dana tak kalah besar. Jose Mourinho menghabiskan 145,3 juta poundsterling untuk merekrut pemain anyar. Perbedaannya, MU hanya berhasil menambah tiga pemain, yakni Eric Bailly (30 juta poundsterling), Henrikh Mkhitaryan (26,3 juta poundsterling) dan Paul Pogba (89 juta poundsterling). Beberapa pembelian Man City tersebut terbukti efektif sampai saat ini. Nama-nama seperti Gundogan, Sane, Stones dan Gabriel Jesus mampu menjelma menjadi pemain krusial di skuat City.

Semusim berlalu, Manchester City hanya berhasil finis di posisi ketiga dengan 78 poin, kalah dari Tottenham Hotspur dan Chelsea yang berhasil menjadi juara Premier League musim tersebut. Namun, perubahan permainan Manchester City mulai terlihat jelas, baik dari segi taktik maupun mentalitas pemain. Guardiola berani memandang musim depan dengan optimistis.

“Semoga pekerjaan yang kami lakukan musim lalu (2016/17) – meskipun gagal menjadi juara – bisa kami lihat hasilnya musim ini, karena pekerjaan berat sudah diselesaikan dan pemain baru yang datang harus menyesuaikan dengan cara kami bermain,” ungkap Guardiola di awal musim 2017-2018, dikutip dari Dailystar.

Leave a Reply