Juventus Tuntut Pelaku Rasisme Dihukum Seberat-beratnya

Juventus Tuntut

Sport855.id – Kejadian yang menimpa wonderkid, Moise Kean, jelas tak bisa luput dari perhatian Massimiliano Allegri selaku pelatih. Pria berumur 51 tahun tersebut meminta pihak terkait untuk menghukum pelaku rasisme sekeras-kerasnya.

Kean mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan saat membela Juventus Tuntut melawan Cagliari di laga lanjutan Serie A, Rabu (3/4) dini hari tadi. Pemain berumur 19 tahun itu mendapatkan ejekan rasisme dari pendukung tim lawan di sepanjang pertandingan.

Penggawa Timnas Italia tersebut lantas memberikan serangan balasan usai mencetak gol kedua Juventus pada menit ke-85. Ia membalas provokasi fans Cagliari yang membuat caci maki mereka semakin menjadi-jadi.

Para pelaku rasis tak memandang Kean sebagai aset Timnas Italia. Mereka hanya melihat warna kulit sang pemain yang berbeda. Padahal belum lama ini pemain keturunan Pantai Gading tersebut sudah membuktikan diri di Timnas Italia dengan mencetak dua gol di dua laga berbeda. Usianya pun masih 19 tahun.

Kean memang sedang dalam performa terbaik. Saat artikel ini ditulis, sepanjang 2019, dia sudah berlaga di 9 pertandingan di segala ajang, baik itu bersama Juventus Tuntut maupun Timnas Italia. Dari 9 laga tersebut, 7 gol dicetaknya. Gol demi gol lahir dari kakinya meski di Juventus dia menjadi serep penyerang sekaliber Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic. Dua kesempatan terakhir diturunkan sejak menit pertama bersama Juventus pun diberikan karena Ronaldo sedang mengalami cedera.

Menghadapi Juventus Tuntut, fans Cagliari tahu jika Kean adalah pemain hebat sehingga mereka merasa perlu memberikan tekanan pada pemain kelahiran 28 Februari 2000 itu. Namun cara mereka salah. “Menyerang” pemain dengan bernada rasis memang kerap membuat seorang pemain tidak nyaman dan tidak konsentrasi bahkan meminta untuk keluar lapangan seperti yang pernah dilakukan Mario Balotelli —bahkan sampai menangis.

Pada laga melawan Cagliari, rekan setim Kean, Blaise Matuidi, juga merasakan ketidaknyamanan atas serangan rasis pada Kean, dan juga dirinya, sehingga sempat meminta wasit pertandingan menghentikan laga sejenak. UEFA memang menghendaki wasit untuk menghentikan pertandingan sementara jika dalam sebuah pertandingan terdapat aksi rasis yang begitu agresif.

Leave a Reply