Messi ‘Si Jenius’ Bisa Bawa Barcelona Juara Liga Champions: Pochettino

Messi Si Jenius 

Messi Si Jenius – Berbicara soal kandidat terkuat Liga Champions, Mauricio Pochettino selaku pelatih Tottenham tak bisa mengingat nama-nama tim lain selain Barcelona. Kehadiran Lionel Messi di lini depannya dianggap sebagai faktor utama mengapa mereka pantas diunggulkan.

Umur Messi sudah mencapai kepala tiga, namun performanya belum menunjukkan tanda-tanda penurunan dalam waktu dekat. Dari tiga pertandingan yang ia lakoni, pemain asal Argentina tersebut sudah mengoleksi total enam gol dan tiga assist.

Dari ketiga pertandingan tersebut, Messi dinobatkan sebagai Man of the Match oleh Whoscored. Pundi-pundi golnya itu lalu melahirkan kemenangan telak untuk Barcelona. Seperti kemenangan 1-4 kontra Real Betis, yang di mana ia memborong tiga gol sekaligus.

Barcelona – Mauricio Pochettino menganggap Barcelona favorit menjuarai Liga Champions musim ini. Tidak hanya punya para pemain hebat, tapi Barca juga punya Lionel Messi.

Barca menggulung Lyon 5-1 untuk lolos ke perempatfinal dengan agregat serupa. Selanjutnya, Los Cules akan menghadapi tantangan Manchester United, yang sebelumnya berhasil mengeliminasi Paris St. Germain.

Dalam kemenangan telak tersebut, Messi Si Jenius menyumbang dua gol untuk Barca. Performa mengilap superstar sepakbola Argentina itu dilanjutkan di laga LaLiga pada akhir pekan lalu ketika mencetak hat-trick kala menggasak Real Betis 4-1.

Dengan demikian, Messi telah mengemas 39 gol dalam 37 penampilannya di seluruh kompetisi. Sejak 2008/09, Messi mempertahankan tren mencetak setidaknya 38 gol di setiap musim.

“Barcelona adalah favorit untuk memenangi Liga Champions,” Pochettino mengatakan kepada Mundo Deportivo, yang dilansir Mirror Football. “Rasanya berbeda, dia melakukan banyak hal yang tidak disangka-sangka banyak orang dan terus membuat kejutan.”

“Barca punya para pemain yang sangat bagus, pemain-pemain yang luar biasa, dan seorang pemain genius,” kata dia menunjuk Messi.

“Apa yang mengejutkan [saya] adalah keajegan dia, konsistensi dia. Dia melakukannya di setiap pertandingan, setiap tiga atau empat hari selama 11 atau 12 tahun, di mana dia memimpin di tim utama.”

Pochettino memimpin Tottenham menembus babak delapan besar di mana akan berhadapan dengan Manchester City. Kedua tim memungkinkan berjumpa di babak selanjutnya andai sama-sama lolos.

“Saya merasa sudah beruntung menyaksikan dia tapi juga menderita akan hal itu. Sangat disayangkan saya tidak memiliki pemain seperti dia di tim saya,”

Leave a Reply