Penampilan Buruk Muller di Euro Sulit Dijelaskan

Muller

Sport855 – Penampilan Buruk Muller di Euro Sulit Dijelaskan – Pada babak kualifikasi Piala Dunia kali ini, Thomas Muller kembali menunjukkan betapa pentingnya kehadirannya bagi timnas Jerman. Dalam dua laga terakhirnya bersama Jerman, Muller sukses menyarangkan empat gol. Gol-gol tersebut seolah menjawab segala kritikan yang tertuju kepadanya terutama terkait kemandulannya di Euro 2016 lalu.

Melihat Muller mencetak gol lagi, pelatih Jerman, Joachim Low, menyebut bahwa hal ini adalah hal yang normal bagi seorang Pemain Profesional. Hal yang tak normal bagi Muller adalah kesulitan untuk mencetak gol seperti yang ditunjukkannya di Euro lalu. Sejak turnamen dimulai hingga Jerman tersingkir di babak semifinal, tak mampu menyarangkan sebiji gol pun.

Joachim Low berpendapat bahwa performa di Euro lalu sulit untuk dijelaskan. Ia hanya menyebut bahwa saat itu Muller sedang menjalani fase negatif dalam performanya. Keadaan itu semakin diperparah karena Muller sedikit kurang beruntung saat berada di depan gawang.

“Sulit untuk mengetahui penyebab mandulnya di Euro lalu. Hanya saja, setiap striker akan melalui fase dimana mereka tidak mencetak gol dan kurang beruntung.  adalah pemain yang selalu bisa untuk mencetak gol. Tapi, sulit untuk menjelaskan kenapa ia kesulitan untuk mencetak gol di Euro lalu,” jelas Low seperti dilansir dari goal.

Pertahanan lemah

Toni Kroos dan Sami Khedira sebenarnya adalah dua nama mentereng di kancah sepakbola internasional. Keduanya adalah pemenang Piala Dunia. Secara keseluruhan keduanya telah bermain 160 kali untuk Jerman. Tetapi apa gunanya, jika kinerjanya tidak tepat?

Pada kekalan 0:1 dari Meksiko, tampak jelas: kecerobohan dalam membangun serangan, dan lambatnya gerakan mundur. Posisi keduanya terlalu di depan. Sehingga Meksiko bisa cepat menyerang balik tanpa perlawanan.

Tim Jerman beruntung, di babak pertama Meksiko tidak mencetak lebih dari satu gol. “Jika kita menyerang dengan tujuh atau delapan pemain, jelas bahwa kekuatan ofensif lebih besar dari stabilitas pertahanan,” kata Hummels setelah pertandingan. Kalimat yang setengah menyindir beberapa rekan setimnya.

Toni Kroos di Real Madrid terbiasa dengan bermain bertahan. Saat ia harus bantu menyerang, dia memiliki partner yang menutup barisan pertahanan. Ini yang kurang di timnas.

Leave a Reply