Neville Lihat Tanda-Tanda Solskjaer Akan Jadi Pelatih Tetap MU

Neville

Neville – Legenda Manchester United, Gary Neville, telah melihat tanda-tanda Ole Gunnar Solskjaer akan menjadi pelatih permanen Setan Merah pada musim selanjutnya.

Sejak Solskjaer ditunjuk sebagai pelatih interim pengganti Jose Mourinho pada pertengahan Desember lalu, Manchester United mengalami kenaikan performa yang cukup signifikan.

Setan Merah berhasil meraih kemenangan 10 kali dan imbang 2 kali dari 12 pertandingan terakhir di Liga Premier Inggris musim ini. Hasil tersebut termasuk kemenangan United atas Southampton dengan skor 3-2 pada hari Sabtu (2/3) malam WIB.

Melihat pencapaian yang positif ini, Neville memprediksi Solskjaer akan menjadi pelatih permanen Manchester United. Selain itu, ia juga melihat tanda-tanda lain di mana sang pelatih mengaku sudah memberitahu CEO klub, Ed Woodward, perihal pemain mana saja yang wajib dipertahankan di Old Trafford.

Bahkan saat sesi wawancara, Solskjaer terlihat benar-benar sudah memahami para pemain Manchester United. Nelatih juga melihat pelatih berusia 45 tahun itu akrab dengan para pendukung Setan Merah.

“Kebangkitan Manchester United sangat sensasional di bawah Ole Gunnar Solskjaer,” kata Neville seperti dikutip Express. “Dia mulai berbicara seperti manajer penuh waktu Manchester United. Dia menyapa penggemar untuk tiket musiman, berbicara tentang para pemain, dia mengakui dia telah memberi tahu Ed Woodward tentang pemain mana yang harus dipertahankan.

“Saya memang mengatakan sekitar pertengahan Maret akan menjadi saat yang tepat [untuk membuat keputusan] dan kami sedang menuju ke titik itu. Dia melakukan semuanya dengan benar dan tidak bisa meminta lebih dari itu,” pungkasnya.

Penampilan United di markas Palace adalah contoh ternyata betapa detailnya Solskjaer dalam berhitung. Laiknya ahli ekonomi, ia menghitung secara rinci kemampuan Palace. Titik lemah Palace ia hajar dan kelebihannya diredam.

Bermain dengan formasi 4-3-3, Solskjaer berusaha mematikan kekuatan Palace yang terletak di sektor sayap. Tahu bahwa duet Patrick van Aanholt dan Wilfried Zaha bisa mengancam sisi kanan pertahanan United, ia tak membiarkan Ashley Young, full-backkanan United, maju ke depan. Selain itu, untuk mendukung Young dalam bertahan, Solskjaer juga memainkan Diogo Dalot di depannya.

Di sisi kiri, tugas untuk mematikan Andros Townsend diserahkan ke Fred, yang bermain sebagai gelandang kiri. Saat United menyerang, Fred akan mundur, memberikan kebebasan Luke Shaw, full-back kiri United, untuk melaju ke depan.

United lantas mengandalkan kemampuan menyerang Shaw untuk mengeksploitasi titik lemah Palace, yakni keengganan Townsend dalam melakukan track-back.

Alhasil, tanpa mendapatkan bantuan berarti dari Townsend dalam bertahan, Joel Ward, full-back kanan Palace, pontang-panting dalam bertahan.

Leave a Reply