Shahar Ginanjar Membayar Kepecercayaan Ivan Kolev dengan Penampilan Heroik

Shahar Ginanjar

Shahar Ginanjar – Kiper Persija Jakarta, tampil apik saat timnya bersua PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (15/3) malam, pada laga pamungkas Grup D Piala Presiden 2019 yang disiarkan oleh Indosiar. Berkat penampilan heroiknya di bawah mistar gawang, tim ibu kota menang dengan skor 2-0.

Diakui Shahar, catatan clean sheet yang telah dibuatnya bukan semata-mata karena ingin tampil bagus saja. Namun juga merupakan bentuk tanggung jawabnya kepada pelatih Ivan Venkov Kolev yang telah memberikan kepercayaan untuknya.

“Saya tidak pernah berpikir bisa bermain bagus saya hanya ingin membayar kepercayaan. Saat dipercaya saya harus bisa memberikan kontribusi dan meminimalisir kesalahan,” ujar Shahar Ginanjar usai laga.

“Jadi saya tidak berpikir saya bermain bagus itu justru akan jadi bumerang buat saya. Saya hanya berpikir bagaimana bermain rapi tanpa melakukan kesalahan yang fatal sehingga membuat tim kalah,” katanya menambahkan.

Baca halaman berikutnya ya Sport855

Kemenangan atas PSS membuat Persija lolos ke babak delapan besar sebagai juara Grup D. Disusul oleh Madura United, dengan status salah satu tim runner up terbaik.

Persija dan Madura United sejatinya memiliki poin yang sama yaitu tujuh. Akan tetapi, tim ibu kota unggul selisih gol.

Sementara itu, tim lain yang sudah memastikan lolos ke babak perempat final adalah Persebaya Surabaya (juara Grup A), Tira Persikabo (runner up Grup A), Bhayangkara FC (juara Grup B), dan Persela Lamongan (juara Grup E). Dua tiket tersisa masih diperebutkan oleh Persipura Jayapura, Kalteng Putra, PSIS Semarang, dan Arema FC.

“Saya tidak pernah berpikir bisa bermain bagus saya hanya ingin membayar kepercayaan. Saat dipercaya saya harus bisa memberikan kontribusi dan meminimalisir kesalahan,”ujar Shahar selepas pertandingan.

Justru tekanan bermain bagus menurut eks kiper PSM Makassar dan Mitra Kukar akan jadi beban. Ia hanya termotivasi untuk bagaimana tidak membuat kesalahan.

“Jadi saya tidak berpikir saya bermain bagus itu justru akan jadi bumerang buat saya. Saya hanya berpikir bagaimana bermain rapi tanpa melakukan kesalahan yang fatal sehingga membuat tim kalah,”tutupnya.

Leave a Reply